STP2K Mengeluarkan Kebijakan Ini Untuk
Mengurai Kemacetan di SMANDA
SEMARANG
– Sekolah tidak hanya tempat menimba ilmu, namun di satu sisi sekolah juga
menjadi salah satu sumber kemacetan. Kemacetan telah menjadi masalah utama bagi
SMA N 2 Semarang. Nyaris setiap harinya jalan yang berada di depan pintu
gerbang SMA N 2 Semarang dipenuhi oleh banyak kendaraan baik motor maupun mobil.
Puncaknya saat masuk dan pulang sekolah. Meskipun sudah dibantu oleh beberapa
satpam, kemacetan tidak dapat dihindari.
Kemacetan
ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, kurangnya kesadaran akan pengguna
jalan termasuk siswa-siswa dan para orang tua yang mengantarkan anaknya
berangkat sekolah. Kedua, adanya pedagang yang berjualan disepanjang jalan
sekitar SMA N 2 Semarang. Ketiga, jalan kurang lebar atau terlalu sempit yang
tidak mencukupi untuk menampung kendaraan yang ada.
Menghadapi
masalah seperti itu, STP2K tidak tinggal diam. STP2K mengeluarkan kebijakan
dengan dibukanya dua pintu gerbang yaitu gerbang utara dan gerbang utama.
Gerbang utara di gunakan oleh para guru dan siswa yang tidak membawa kendaraan.
Sedangkan gerbang utara digunakan oleh siswa yang membawa kendaraan. Kebijakan
membuka dua pintu gerbang dimulai pada tanggal 24 Oktober 2017 “Kami akan
mencoba mengurai kemacetan yang terjadi dengan cara membuka pintu gerbang
utara. Dari hasil pantauan sementara, cara tersebut lebih efektif sehingga
terjadinya kemacetan dapat dikurangi,” ujar salah satu Staf Waka Kesiswaan, Narfangurahim,
S.Pd, Jumat (26/10/2017).
Beliau
juga menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada kebijakan lain yang akan
digunakan STP2K dalam mengurai kemacetan. Sementara membuka dua pintu gerbang
terlebih dahulu. Kebijakan ini terbilang efektif dalam mengurai kemacetan yang
terjadi. Untuk mendukung kelancaran jalannya kebijakan ini, diharapkan para
pengguna jalan tetap mematuhi aturan yang ada agar terciptanya kenyamanan
bersama.
Sumber
berita:
1.
Narfangurahim, S.Pd selaku salah satu Staf Waka Kesiswaan
Comments
Post a Comment